About Me

My photo
A 10 acre plot of land is currently been cultivated using the principle of regeneration farming. It is called The Pena Agrofarm. It has a Zawiyah/madrasah and over 500 ducks, deer, goat, ostrich, peacork, pigeons and coconuts and sacha inchi

Monday, March 23, 2026

Tazkirah: Al-Qāri‘ah


🌩️ Apabila Segala Yang Disangka Kuat Dihancurkan

Segala puji bagi Allah yang menghidupkan hati dengan peringatan, dan menggoncang jiwa dengan ayat-ayat-Nya agar manusia kembali kepada hakikat.

Dalam Surah al-Qāri‘ah, Allah membuka dengan satu kalimah yang menggetarkan:

“Al-Qāri‘ah. Apakah al-Qāri‘ah? Dan apakah yang membuatmu tahu apakah al-Qāri‘ah itu?”


Ia bukan sekadar nama Hari Kiamat.

Ia adalah ketukan Ilahi ke atas hati manusia—satu hentakan yang memecahkan segala ilusi dunia.

🌪️ Apabila Dunia Runtuh di Dalam Jiwa

Allah menggambarkan:

“Pada hari itu manusia seperti rama-rama yang berterbangan.”


Manusia yang dahulu:

  • yakin dengan perancangan,
  • bangga dengan kedudukan,
  • merasa stabil dengan dunia,

tiba-tiba menjadi:

  • tidak tentu arah,
  • panik,
  • kehilangan pegangan.

Namun wahai diri, hakikat ini bukan hanya di akhirat.

Berapa ramai manusia hari ini:

  • sibuk ke sana sini,
  • mengejar itu dan ini,
  • tetapi hatinya kosong?

Inilah “rama-rama berterbangan” dalam kehidupan dunia.

⛰️ Gunung Ego yang Dihancurkan

Allah berfirman:

“Dan gunung-ganang menjadi seperti bulu yang dihamburkan.”


Gunung adalah simbol kekuatan.

Tetapi pada hari itu, ia menjadi ringan—tidak bermakna.

Begitu juga manusia.

Apa yang kita banggakan:

  • ilmu,
  • jawatan,
  • pengaruh,

akan menjadi seperti debu jika tidak disandarkan kepada Allah.

Seperti yang diisyaratkan oleh Ibn Arabi:

“Segala yang engkau sandarkan selain Allah adalah bayang-bayang yang akan hilang apabila terbit matahari hakikat.”


⚖️ Timbangan yang Tidak Pernah Silap

Kemudian Allah membawa kita kepada hakikat yang paling penting:

“Adapun orang yang berat timbangan (amalnya), maka dia dalam kehidupan yang memuaskan.”


Dan:

“Adapun yang ringan timbangannya, maka tempat kembalinya adalah Hawiyah.”


Di sini, dunia dan akhirat dipisahkan oleh satu perkara:

👉 mīzān (timbangan amal)

Namun wahai diri, timbangannya bukan seperti yang kita sangka.

🌿 Beratnya Amal di Sisi Allah

Ramai manusia mengira:

  • banyak amal = berat

Tetapi dalam jalan rohani:

  • amal tanpa hati = kosong
  • amal tanpa ikhlas = ringan

Seperti kata Al-Junayd al-Baghdadi:

“Amal itu adalah rupa, dan ruhnya adalah ikhlas. Tanpa ruh, ia hanyalah jasad yang mati.”


Dan kata Abdalqadir as-Sufi:

“Apa yang sampai kepada Allah bukan bentuk amalmu, tetapi kejujuran hatimu dalam melakukannya.”


🪞 Hati: Tempat Timbangan Sebenar

Allah tidak melihat rupa dan bentuk semata-mata.

Seperti difahami oleh para ulama:

  • satu sedekah kecil dengan ikhlas → boleh menjadi berat
  • satu amal besar dengan riya’ → menjadi ringan

Dalam bahasa tasawuf:

👉 yang ditimbang adalah hati di sebalik amal

🕳️ Apabila Neraka Menjadi “Tempat Kembali”

Allah berfirman:

“Maka tempat kembalinya adalah Hāwiyah.”


Ungkapan ini sangat mendalam.

“Ibu” biasanya tempat perlindungan.

Tetapi bagi manusia ini:

  • tempat kembali,
  • tempat bergantung,

adalah neraka.

Ini bukan sekadar hukuman.

Ini adalah hasil kehidupan yang dibina.

Seperti kata Ibn Ata Allah al-Iskandari:

“Bagaimana akan bercahaya hati yang gambaran dunia terlukis di dalamnya?”


Apabila hati dipenuhi dunia:

  • ia tidak mengenal Allah
  • maka ia kembali kepada selain Allah

🔥 Api yang Membakar dari Dalam

Allah menutup surah ini:

“Iaitu api yang sangat panas.”


Tetapi wahai diri, api itu bukan sekadar api fizikal.

Dalam tafsiran rohani:

  • ia adalah penyesalan yang membakar
  • ia adalah keterpisahan dari Allah
  • ia adalah kesedaran yang datang terlalu lewat

🌿 Jalan Keselamatan: Membersihkan Hati

Surah ini bukan hanya ancaman.

Ia adalah panggilan.

Allah memberi jalan:

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.” (91:9)


Dan:

“Ketahuilah, dengan mengingati Allah hati menjadi tenang.” (13:28)


🕊️ Dari Qāri‘ah kepada Sakīnah

Jika al-Qāri‘ah adalah hentakan,

maka zikir adalah ketenangan.

Jika dunia menggoncang,

maka Allah menenangkan.

✨ Penutup: Renungan untuk Diri

Wahai diri,

  • Berapa banyak amal yang kita lakukan?
  • Tetapi berapa banyak yang benar-benar hidup?
  • Berapa banyak yang kita kumpulkan?
  • Tetapi berapa yang akan kekal dalam mīzān?

Ingatlah…

👉 Pada hari itu, manusia tidak ditanya:

  • siapa dia di dunia

Tetapi:

  • apa yang dibawa dalam hatinya

Dan akhirnya:

Jika hatimu bersama Allah,

maka walau sedikit amalmu, ia akan berat.

Tetapi jika hatimu bersama dunia,

maka walau banyak amalmu, ia akan ringan.



Professor Dr Zuhaimy Ismail

No comments: