Teks Ucapan Tasawuf: Hubb (Cinta) – Lengkap Dengan Cara Mengukuhkan Cinta
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah yang mencipta hati dan mengurniakannya rasa cinta. Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad ﷺ, insan yang paling sempurna cintanya kepada Allah.
Cinta Adalah Bahasa Hati
Tuan-tuan dan puan-puan,
Setiap manusia hidup dengan cinta. Tanpa cinta, hidup jadi kering. Tanpa cinta, ibadah jadi berat. Tanpa cinta, kebaikan jadi terpaksa.
Hati tidak pernah kosong. Ia mesti diisi. Kalau bukan Allah yang mengisinya, dunia yang akan mengambil tempat.
Soalnya bukan:
“Adakah kita mencintai?”
Tetapi:
“Apa yang paling kita cintai?”
Kerana apa yang paling sering kita fikirkan, itulah kekasih sebenar hati kita.
Maksud Hubb Dalam Tasawuf
Dalam tasawuf, hubb bukan sekadar rasa suka. Hubb ialah kecenderungan hati yang paling dalam. Ia adalah sesuatu yang kita dahulukan daripada yang lain.
Tanda kita mencintai sesuatu:
- Kita sering mengingatinya
- Kita sanggup berkorban untuknya
- Kita takut kehilangannya
Tanya diri:
Bila sunyi, apa yang kita ingat?
Bila susah, kepada siapa kita mengadu?
Bila senang, siapa yang kita lupakan?
Cerita: Dua Jenis Cinta
Ada seorang pemuda yang sangat mencintai hartanya.
Siang malam dia kira untung rugi. Bila azan berkumandang, dia berkata:
“Nanti dulu, kerja belum habis.”
Bila sakit datang, dia gelisah:
“Kalau aku mati, siapa jaga harta aku?”
Dia takut bukan kerana dosa,
tetapi kerana takut berpisah dengan dunia.
Pada masa yang sama, ada seorang tua di kampung itu.
Hidupnya sederhana.
Rumah kecil, pakaian biasa.
Tetapi bila azan, dia orang pertama melangkah ke masjid.
Bila diuji sakit, dia berkata:
“Kalau ini jalan untuk aku pulang kepada Allah, aku reda.”
Dua orang ini sama-sama hidup,
tetapi hati mereka mencintai arah yang berbeza.
Yang satu cintanya pada dunia,
yang satu cintanya pada Tuhan.
Cinta Menurut al-Quran
Allah berfirman:
“Dan antara manusia ada yang mengambil selain Allah sebagai tandingan, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, mereka sangat kuat cintanya kepada Allah.”
(al-Baqarah: 165)
“Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), nescaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu.”
(Ali ‘Imran: 31)
“Jika bapa-bapa kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, pasangan kamu, harta, perniagaan dan rumah yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, maka tunggulah keputusan Allah.”
(at-Taubah: 24)
Ayat-ayat ini bukan melarang cinta manusia,
tetapi menyusun keutamaan cinta.
Peringatan Nabi ﷺ Tentang Cinta
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak sempurna iman seseorang sehingga aku lebih dia cintai daripada ayahnya, anaknya dan seluruh manusia.”
(Bukhari dan Muslim)
Dan baginda bersabda:
“Seseorang akan bersama dengan orang yang dia cintai.”
Ke mana arah cinta,
ke situlah arah pulang kita.
Cinta Yang Salah Arah
Bila cinta salah tempat:
- Dunia jadi besar
- Akhirat jadi kecil
- Solat jadi beban
- Dosa jadi ringan
Masalahnya bukan ada dunia,
tetapi bila dunia duduk di tengah hati.
Cinta Yang Benar
Cinta kepada Allah bukan di lidah,
tetapi dalam pilihan hidup.
Tandanya:
- Taat walau berat
- Tinggal dosa walau nafsu mahu
- Cepat taubat bila salah
- Reda bila diuji
Cara Mengukuhkan Cinta kepada Allah dan Rasul
Cinta perlu dipelihara, jika tidak ia layu diganti cinta dunia.
1. Banyak Mengenal Allah dan Rasul
Kita tidak akan cinta yang kita tidak kenal.
Kenal Allah melalui nama dan sifat-Nya.
Kenal Rasul melalui sirah, akhlak dan perjuangan Baginda.
2. Banyak Mengingati Allah dan Berselawat
Zikir, istighfar dan selawat menghidupkan cinta.
Hati yang selalu menyebut kekasihnya tidak mudah berpaling.
3. Taat Walau Berat
Solat walau penat.
Tinggal dosa walau nafsu mahu.
Orang yang cinta tidak memilih-milih perintah.
4. Ikut Sunnah Dalam Hidup
Cinta kepada Allah dibuktikan dengan ikut Rasul.
Dalam ibadah, akhlak, sabar dan rendah hati.
5. Berkawan Dengan Orang Yang Cinta Allah
Cinta menular.
Duduk dengan orang taat, hati ikut taat.
6. Selalu Berdoa Meminta Cinta
Cinta adalah kurnia Allah.
Doa:
“Ya Allah, kurniakan aku cinta kepada-Mu,
cinta kepada orang yang mencintai-Mu,
dan cinta kepada amal yang mendekatkan aku kepada-Mu.”
Penutup
Tuan-tuan dan puan-puan,
Hati ini hanya mampu mencintai satu arah dengan sepenuh jiwa.
Kalau bukan Allah, pasti ia akan memilih selain-Nya.
Marilah kita berdoa:
“Ya Allah, jika dalam hati kami masih ada cinta yang mengalahkan cinta kepada-Mu, keluarkanlah ia dengan lembut. Dan gantikanlah dengan cinta kepada-Mu, kepada Rasul-Mu dan kepada jalan yang membawa kami kembali kepada-Mu.”
Semoga kita mati sebagai orang yang mencintai Allah, dan dibangkitkan bersama yang kita cintai.
Amin.
